Jenis-jenis Tes Alergi

127 views

Kulit kemerahan, muncul ruam, sesak nafas, bersin, bengkak pada bagian tubuh tertentu, merupakan beberapa gejala yang biasanya terjadi saat seseorang mengalami alergi. Namun, hanya dengan terjadinya beberapa gejala tersebut, belum tentu Anda memiliki alergi. Untuk lebih mantapnya, perlu dilakukan tes alergi agar penangannya lebih tepat dilakukan. Selain atas kemauan sendiri karena ingin mengetahui tentang gejala alergi yang terjadi, tes juga bisa jadi memang disarankan oleh dokter saat Anda memeriksakan diri. Sebelum melakukan tes, ketahui lebih dulu macam-macam tes yang dilakukan pada orang yang diduga mengalami alergi.

1917505_180958741306_5962348_n-16

Jenis tes yang pertama adalah tes tusuk kulit atau Skin Prick Test (SPT). Tes alergi yang satu ini dilakukan dengan menusukkan alat penusuk ke kulit Anda. Tentunya alat penusuk yang digunakan sudah dipastikan steril. Tes tusuk kulit merupakan cara yang paling mudah untuk mengetes alergi pada seseorang. Prosedur tusuk kulit yang akan Anda lalui yaitu pertama bagian lengan bawah Anda akan ditetesi dengan alergen, selanjutnya alat penusuk yang steril mulai ditusukkan ke lokasi kulit tempat alergen ditempelkan. Setelah itu, akan muncul reaksi yang bisa diggunakan untuk membaca apakah alergen yang ditempel merupakan penyebab alergi yang terjadi atau tidak. Jika reaksi yang terjadi adalah pembengkakan pada lengan yang dusah ditusuk, maka tubuh Anda memang memiliki alergi pada alergen yang sebelumnya telah ditusukkan. Sebaliknya, jika tidak terjadi pembengkakan, maka tubuh Anda tidak memiliki alergi pada zat tersebut.

Jenis tes selanjutnya yaitu patch testing. Prosedur tes ini dilakukan dengan menempelkan alergen tertentu ke bagian punggung. Tentu banyaknya alergen yang ditempelkan sudah ditentukan. Sebelum ditempeli oleh alergen, punggung dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian baru ditempelkan pada kulit punggung dengan menggunakan cakram berbentuk lingkaran. Alergen yang digunakan sebelumnya telah dicampur dengan parafin. Tes yang kedua ini membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk mendapatkan hasilnya. Maksimal waktu untuk melihat reaksi tubuh Anda terhadap alergen adalah dalam waktu 48 jam. Jika dalam waktu tersebut tidak terjadi reaksi apapun, maka And tidak memiliki alergi pada alergen yang telah dicoba pada kulit punggung Anda. Ciri-ciri jika Anda memang memiliki alergi terhadap alergen yang dicoba adalah munculnya pembengkakan atau melepuhnya kulit bagian punggung Anda.

Jenis tes alergi yang ketiga adalah pengukuran kadar IgE atau Imulglobin. Jenis tes yang satu ini biasanya dilakukan ketika dua jenis tes sebelumnya tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Tes yang satu ini terbilang lebih modern dengan teknologi yang digunakannya. Dalam tes ini digunakan Radioallergosorbent tes (RAST) untuk mengukur kadar IgE atau imunoglobin. Dengan melakukan tes ini, maka dokter bisa melihat kadar IgE pada darah Anda. Jika melakukan tes ini, maka Anda akan mendapatkan laporan hasil yang lebih detail dan terperinci.

Selanjutnya adalah test fungsi paru-paru. Tes ini dilakukan dengan memanfaatkan test kekuatan paru-paru. Degan tes ini akan diketahui kapasitas maksimal serta ketahanan paru-paru terhadap zat tertentu. Memang salah satu gejala yang seringkali muncul pada seseorang yang mengalami alergi adalah sesak nafas, yang mana sesak nafas berhubungan dengan fungsi paru-paru.

Jenis tes yang kelima atau yang terakhir adalah challange test. Tes alergi yang terakhir ini terbilang yang paling esktrim karena tes ini dilakukan dengan memberikan alergen langsung ke tubuh dalam jumlah yang banyak. Contohnya, ketika diduga Anda memiliki alergi terhadap telur, maka Anda akan diberikan telur untuk melihat bagaimana reaksi tubuh Anda. Meski paling ekstrim, diantara semua jenis tes, challange test-lah yang paling mudah dan efisien. Namun, perlu diingat bahwa tes ini harus dilakukan dengan pendampingan dokter.

Nah, sebelum melakukan tes, biasanya dokter akan bertanya beberapa hal pada Anda. Seperti pertanyaan tentang tempat tinggal, pekerjaan, kebiasaan, juga makanan apa yang dikonsumsi, hingga riwayat penyakit. Maka, Anda perlu menyiapkan jawaban yang tepat terutama tentang makanan yang Anda konsumsi karena hal tersebut bisa menjadi dasar untuk menentukan alergen apa yang akan digunakan dalam tes yang dilakukan. Maka, Anda perlu untuk mengetahui makanan apa saja yang biasanya menyebabkan alergi. Beberapa makanan yang biasanya menyebabkan alergi yaitu susu, telur, makaan laut, kacang-kacangan, dan lainnya. Selain makanan, beberapa hal seperti debu, dingin, obat-obatan juga bisa menjadi penyebab alergi. Jika Anda mengalami gejala alergi, maka bisa memeprkirakan kemungkinan alergen yang menyebabkan alergi. Juga apabila alergi terjadi pada orang-orang sekitar. Dengan begitu, tes alergi akan bisa dilakukan dengan mudah.

Jika yang mengalami gejala alergi adalah orang di sekitar Anda, sebelum bisa membawanya ke dokter bahkan melakukan tes, Anda bisa melakukan pertolongan pertama seperti membantunya berada pada posisi tubuh yang tepat, terutama jika terjadi sesak nafas. Anda bisa membuat tubuhnya pada posisi miring. Namun, yang terpenting dalam pertolongan pertama terhadap orang yang mengalami gejala alergi adalah tetap tenang dan membantu mereka agar tenang.